Kanker Esofagus

Esofagus atau Kerongkongan merupakan bagian dari saluran pencernaan yang merupakan saluran makanan ke dalam perut. Kanker esofagus adalah kanker yang terjadi di kerongkongan. Ada dua jenis utama kanker esofagus; adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa.

Adenokarsinoma: Jenis kanker esofagus ini berkembang dari sel-sel dalam kelenjar lendir. Kanker ini biasanya terjadi pada sepertiga bagian bawah kerongkongan.

Karsinoma sel skuamosa: berkembang dari sel-sel yang berada di dalam lapisan esofagus. Jenis ini biasanya menyerang duapertiga atas kerongkongan.

Penyebab Kanker Esofagus

Penyebab utama kanker esofagus masih belum jelas, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dianggap meningkatkan kemungkinan kanker esofagus, yaitu:

  • Jenis kelamin dan Penuaan – kanker esofagus banyak terjadi pada pasien di atas usia 55 tahun, dan lebih banyak terjadi pada laki-laki.
  • Pola makan—Pola makan tinggi lemak dapat meningkatkan risiko kanker. Sedangkan, makan banyak buah dan sayuran hijau bisa mengurangi risiko.
  • Geografi – kanker esofagus lebih banyak terjadi di negara-negara Asia dibandingkan dengan negara-negara Barat. Hal ini mungkin karena faktor makanan atau faktor lingkungan lainnya.
  • Merokok.
  • Konsumsi Alkohol
  • Terjadinya asam refluks dari lambung
  • Esofagus Barrett: Ini adalah kondisi pada ujung bawah esofagus di mana sel-sel yang melapisi esofagus telah terpengaruh refluks asam yang berlebihan.
  • Paparan bahan kimia tertentu dalam jangka panjang dan polutan (karsinogen) yang dapat mengiritasi kerongkongan jika Anda menghirupnya dan dapat meningkatkan risiko kanker.

Gejala Kanker Esofagus

Kesulitan dalam menelan merupakan salah satu gejala utama kanker esofagus. Gejala lainnya, meliputi:

  • penurunan berat badan
  • makanan keluar kembali sebelum mencapai lambung
  • muntah
  • nyeri saat menelan
  • gangguan pencernaan atau nyeri ulu hati yang sulit hilang
  • batuk
  • Suara serak
  • Nyeri ringan dan rasa tidak nyaman di punggung

Diagnosa Kanker Esofagus

Diagnosa kanker esofagus dapat terjadi secara bertahap.

Pada tahap awal, dokter akan bertanya tentang gejala yang terasa dan memeriksa Anda, dan mencari tanda-tanda seperti benjolan di perut. Selama pemeriksaan, dokter akan melihat bagian dalam saluran pencernaan dengan teleskop fleksibel tipis yang dimasukkan melalui mulut, ke kerongkongan dan turun menuju lambung.

Tahap berikutnya yaitu biopsi, dokter akan mendiagnosa sedikit sampel jaringan dari kerongkongan dan diperiksa oleh mikroskop untuk mencari sel-sel abnormal. Hasil biopsi dapat memakan waktu hingga dua minggu.

Jika dipastikan terdapat kanker esofagus, maka akan dilakukan uji lanjutan. Anda harus diperiksa dengan Ultrasound scan dan gastroskop untuk melihat seberapa jauh kanker telah menyebar pada dinding kerongkongan. Dokter mungkin juga akan melakukan scan lanjutan untuk mengetahui penyebaran kanker ke organ lain dalam tubuh.

Pengobatan Kanker Esofagus

Ada beberapa pilihan pengobatan. Dokter akan menilai dari hasil diagnosannya. Pengobatan yang disarankan biasanya adalah operasi, kemoterapi dan radioterapi. Dokter akan menyarankan pengobatan berdasarkan faktor-faktor tertentu seperti:

  • Lokasi kanker esofagus.
  • Ukuran tumor.
  • Penyebaran kanker.
  • Kondisi kesehatan pasien.

Contact Form