Tumor dan Kanker Usus Halus

Usus halus, juga dikenal sebagai usus kecil, adalah bagian dari saluran pencernaan. Usus halus memanjang antara lambung dan usus besar (kolon). Ia memiliki tiga daerah yang berbeda – usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).

Jenis Kanker

Ada empat jenis utama kanker usus halus yang diberi nama sesuai lokasi kanker tersebut berada, yaitu:

  • Adenokarsinoma
  • Sarkoma
  • Tumor Neuroendokrin (karsinoid);
  • Limfoma

Adenokarsinoma bermula di sel kelenjar pada usus halus dan merupakan jenis kanker usus halus yang paling sering terjadi. Sebagian besar tumor ini terjadi pada bagian usus halus dekat lambung. Tumor ini dapat tumbuh dan menghalangi saluran usus.

Sarkoma pada usus bermula dari submukosa dan tumbuh secara longitudinal dan memasuki dinding usus hingga usus berubah menjadi tabung kaku dan tidak fleksibel. Penyakit ini merupakan penyakit langka dengan sedikit kasus dan informasi yang terbatas bagi pasien.

Neuroendokrin (Karsinoid) Kanker atau tumor usus halus cenderung terjadi pada usus penyerapan. Tumor karsinoid adalah tipe tumor neuroendokrin dan merupakan kanker usus halus yang paling sering terjadi.

Limfoma pada usus halur berawal di jaringan getah bening pada usus halus dan biasanya terjadi di usus kosong.

Biasanya, kanker usus halus merupakan kanker metastatik, yang berarti bahwa sel kanker tersebut telah menyebar ke usus kecil dari sel kanker utama yang terletak di organ lain di dalam tubuh.

Gejala kanker usus halus

Ketika tumor berkembang, maka tumor dapat berubah menjadi tukak atau pembengkakkan yang menimbulkan nyeri dan pendarahan. Kadang-kadang gejala-gejala umum kanker usus kecil meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Pembengkakkan di perut
  • Nyeri Kram
  • Refluks Asam
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas atau tidak disengaja
  • Darah pada tinja
  • Sembelit
  • Tinja berwarna gelap atau hitam karena pendarahan di usus kecil
  • Diare
  • Anemia (rendahnya jumlah sel darah merah), karena kehilangan darah

Tumor dapat berkembang di bagian periampula dan ampula di usus dua belas jari. Ini adalah daerah di mana empedu memasuki usus halus. Tumor di lokasi ini sering terjadi dengan penyakit kuning.

Faktor Penyebab dan Risiko

Dalam beberapa kasus, kanker usus dapat terjadi karena kelainan genetik. Namun, gaya hidup dan pilihan nutrisi tertentu dapat meningkatkan risiko kanker usus dua belas jari dan usus halus secara signifikan. Hal ini termasuk:

  • Diet kaya lemak tapi rendah nutrisi
  • Paparan karsinogen, terutama dalam bentuk virus, radiasi dan bahan kimia
  • Merokok
  • Riwayat kondisi gastrointestinal

Diagnosa

Kanker usus tidak menimbulkan gejala apapun sampai tumor tersebut cukup besar hingga berdarah atau menyebabkan penyumbatan. Hal ini menyulitkan para dokter untuk mendiagnosa kondisi ini pada tahap awal saat pengobatan mungkin akan sangat efektif.

Sangatlah penting memeriksakan kelainan usus untuk deteksi dini kanker usus kecil. Tes yang bisa dilakukan berupa endoskopi, rontgen, CT scan atau MRI. Para dokter mungkin juga perlu untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) dari daerah yang terkena kanker untuk studi lebih lanjut.

Pengobatan

Pembedahan adalah pengobatan utama untuk kanker usus halus. Bagian yang terkena kanker usus akan diangkat dan usus yang sehat akan disambungkan kembali. Radioterapi atau kemoterapi dapat dilaksanakan sebelum dan / atau setelah operasi atau dikombinasikan (radiasi kemoterapi).

Contact Form