Gangguan Limpa

Limpa adalah organ seukuran kepalan tangan yang terletak di sisi kiri atas perut, di samping lambung dan di belakang tulang rusuk kiri. Limpa memiliki beberapa kegunaan dalam tubuh, termasuk bekerja sebagai filter darah, daur ulang sel darah merah yang sudah tua dan menyimpan trombosit juga sel darah putih.

Beberapa masalah yang terjadi pada limpa terjadi karena kelainan darah, infeksi, juga penyakit atau tumor hati. Ciri-ciri utama gangguan limpa adalah nyeri. Nyeri limpa biasanya dirasakan pada belakang tulang rusuk kiri Anda. Atau bisa jadi Anda merasakan bagian tulang rusuk kiri yang lunak saat dipegang. Beberapa kondisi gangguan limpa umumnya adalah:

  • Pembesaran Limpa: Infeksi atau cedera dapat menyebabkan limpa menjadi bengkak. Pembengkakan dapat terjadi akibat penyakit seperti sirosis, leukemia atau rematik.
  • Ruptur limpa: limpa merupakan organ yang sangat rentan terhadap cedera. Limpa dapat rusak atau pecah jika terkena pukulan kuat pada perut, kecelakaan mobil, kecelakaan saat olahraga atau keretakan pada tulang rusuk. Limpa yang pecah dapat mengancam nyawa dan harus diperlakukan darurat. Limpa yang cedera dapat menyebabkan pendarahan internal yang diakibatkan oleh limpa yang pecah secara cepat, atau memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu setelah cedera.
  • Penyakit sel sabit: Sebuah penyakit keturunan di mana sel darah merah yang tidak normal menghalangi aliran darah melalui pembuluh dan menyebabkan kerusakan organ, termasuk kerusakan limpa. Orang yang menderita penyakit dan harus melalui pengangkatan limpa akan membutuhkan vaksinasi untuk menggantikan fungsi limpa normal.
  • Trombosit rendah: Limpa yang membesar bisa jadi karena limpa menyimpan trombosit dalam jumlah besar, hal ini menyebabkan kekurangan jumlah trombosit yang beredar dalam aliran darah.

Pengobatan Gangguan Limpa

Untuk mengobati kondisi limpa, dokter biasanya merekomendasikan bedah pengangkatan limpa yang dikenal sebagai splenektomi. Dokter dapat mengangkat sebagian limpa saja, yang dikenal sebagai splenektomi parsial, atau mengangkat limpa secara keseluruhan.

Biasanya operasi pengangkatan limpa dilakukan dengan menggunakan operasi laparoskopi atau lubang kunci. Operasi ini meminimalkan luka di mana dokter membuat sayatan kecil di perut Anda untuk memasukkan kamera dan instrumen halus lainnya ke dalam tubuh untuk mengeluarkan limpa.

Anda dapat makan dan minum seperti biasa segera setelah operasi. Setelah pengangkatan limpa, dokter biasanya akan menyarankan Anda meminum antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri.