Gastroesophageal Reflux Disease

Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah penyakit pencernaan kronis yang terjadi saat asam lambung atau bahkan isi lambung kembali masuk ke esofagus alias kerongkongan. Pergerakan mundur seperti itu mengiritasi kerongkongan sehingga menyebabkan GERD. Iritasi ini biasa disebut dengan Heartburn atau Nyeri ulu hati.

Faktor Penyebab Gastroesophageal Reflux Disease

Gastroesophageal reflux disease terjadi saat sfingter esofagus bawah tidak menutup dengan baik saat menelan yang dapat menyebabkan pergerakan makanan mundur kembali ke kerongkongan.

GERD dapat terjadi karena bawaan lahir dari sfingter esofagus bawah yang lemah, atau faktor-faktor lain, seperti:

  • Makanan pedas dan berlemak

  • Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, tertracycline, atau penghilang nyeri seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lainnya) juga aspirin yang dapat mengiritasi dan melemahkan saluran esofagus.

  • Pakaian yang terlalu ketat

  • Merokok

  • Konsumsi alkohol atau konsumsi kafein yang berlebihan

  • Olahraga terlalu keras dan berlebihan

Gejala Gastroesophageal Reflux Disease

Heartburn atau nyeri ulu hati adalah gejala yang paling umum ditemukan pada gastroesophageal reflux disease. Gejala lainnya meliputi:

  • Sakit dada

  • Sulit menelan

  • Batuk kering

  • Suara serak atau sakit tenggorokan

  • Regurgitasi atau naiknya makanan atau cairan asam (Refluks asam)

  • Sensasi Benjolan di tenggorokan

Pengobatan Gastroesophageal Reflux Disease (Fundoplikasi laparoskopik)

Untuk membantu pengobatan GERD, para dokter biasanya meresepkan obat-obatan dan menyarankan perubahan gaya hidup dan pola makan. The International Foundation of Gastrointestinal Disorders menyediakan informasi lebih lanjut terkait gaya hidup dan pilihan nutrisi tersebut. (http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/expert-answers/heartburn-gerd/faq-20058535)

Dalam kasus-kasus berat, dokter dapat menyarankan operasi yang dikenal dengan Fundoplikasi laparoskopik (Operasi lubang kunci). Operasi fundoplikasi dapat menguatkan katup antara esofagus dan lambung untuk memberhentikan asam lambung kembali ke esofagus.

Apa yang Terjadi Selama Operasi?

Selama operasi fundoplikasi, bagian atas lambung dilipat mengelilingi esofagus, kemudian dijahit, sehingga bagian bawah esofagus dapat melewati terowongan kecil pada otot perut. Prosedur umunya dilakukan melewati perut, namun jika pasien memiliki kelebihan berat badan atau kerongkongan yang pendek, operasi ini dapat dilakukan melalui dada. Fundoplikasi biasanya dilakukan dengan teknik laparoskopik atau lubang kunci. Teknik ini hanya memerlukan sayatan yang kecil dengan waktu penyembuhan yang lebih singkat.

Pasca Operasi Fundoplikasi

Selama proses penyembuhan, Anda harus memerhatikan pola makan dengan baik. Atur tekstur, suhu, dan jenis makanan yang Anda makan untuk menghindari iritasi pada kerongkongan. Pola makan Anda akan berubah dari cairan ke makanan lunak seiring dengan proses penyembuhan. Membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum Anda dapat kembali memakan makanan padat. Pelahari tentang gaya hidup dan pilihan nutrisi pasca operasi di sini (https://www.med.unc.edu/gisurgery/patientinfo/refluxsurgery/post-op)