Tumor Neuroendokrin (NET)  

Tumor Neuroendokrin atau NET (Neuroendocrine Tumour) biasanya dikenal dengan istilah karsinoid merupakan pertumbuhan abnormal yang dimulai dari sel neuroendokrin yang tersebar luas di seluruh tubuh, termasuk perut, usus dan paru-paru.

Faktor Penyebab Tumor Neuroendokrin

Tumor Neuroendokrin sangat langka dan penyebabnya belum diketahui. Tumor ini berhubungan dengan faktor-faktor di bawah ini:

  • Umur: tumor neuroendokrin paling banyak terjadi pada pasien di atas usia 60.
  • Pasien yang menderita neoplasia endokrin berisiko tinggi terkena tumor neuroendokrin.

Gejala dan Tanda Tumor Neuroendokrin

Jenis tumor neuroendokrin yang berbeda akan menyebabkan gejala yang berbeda pula. Gejala tumor neuroendokrin sangat tergantung pada lokasi tumor yang dapat menyebabkan:

  • Wajah dan leher yang memerah tanpa keringat
  • Diare
  • Sesak napas, detak jantung cepat
  • Tekanan darah tinggi
  • Lemah dan mudah lelah
  • Nyeri perut, kram, kembung
  • Naik turun berat badan yang tidak jelas
  • Napas bersuara dan batuk
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Lesi kulit, bagian kulit tidak berwarna, kulit tipis
  • Sering buang air kecil, rasa haus meningkat, cepat lapar (glukosa darah tinggi)
  • Gemetar, pusing, berkeringat, pingsan (glukosa darah rendah)

Diagnosa Tumor Neuroendokrin

Setiap jenis tumor neuroendokrin memerlukan diagnosis khusus. Hal ini sangat tergantung dari lokasi tumor, tingkat produksi hormone, dan penyebaran tumor ke organ lain. Diagnosa yang biasa dilakukan untuk tumor neuroendokrin, yaitu:

  • Uji Lab, sitopatologi
  • Biopsi, endoskopik ultrasound
  • ERCP
  • CT scan, CT angiography
  • MRI
  • Laparoskopi
  • Nuclear medicine imaging (NMI)
  • Uji genetik

Pengobatan Tumor Neuroendokrin

Pengobatan tumor neuroendokrin tergantung pada lokasi dan jenis tumor. Pilihan pengobatan yang tersedia, seperti:

  • Operasi—Dokter mengangkat tumor keseluruhan
  • Somatostatin analog—obat yang digunakan untuk meredakan gejala sindrom karsinoid, memblokir tubuh dari produksi hormon berlebihan, dan mengontrol pertumbuhan tumor neuroendokrin.
  • Kemoterapi—dapat digunakan untuk mengecilkan tumor, yang kemudian akan mengurangi gejala.
  • Targetted Therapy—obat yang digunakan untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker.
  • Interferon alpha—Protein yang ada secara alami dalam tubuh. Ketika pasien kanker minum obat ini, maka akan dapat membantu sistem kekebalan tubuh dan menghancurkan sel-sel kanker.
  • Radioterapi—X-ray dengan energi tinggi akan menghancurkan sel-sel kanker tanpa menyebabkan kerusakan terlalu banyak pada sel-sel sehat.
  • Targeted radionuclide therapy—Zat radioaktif diberikan secara oral atau disuntikkan ke dalam aliran darah. Tumor akan menyerap radiasi dan kemungkinan kecil akan mengenai sel-sel sehat.